BANGGAI BERDIKARI – Kabupaten Banggai Laut kini resmi memiliki museum daerah. Berlokasi sementara di Keraton Banggai Jalan Patimura No.01, Kelurahan Lompio, Kecamatan Banggai, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah ini menjadi ruang baru untuk merawat warisan budaya sekaligus pusat edukasi sejarah bagi masyarakat.
Museum Daerah Banggai Laut berdiri melalui Surat Keputusan Bupati pada 22 Maret 2024 dan diresmikan pada 22 Juli 2024. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita, pemukulan gong, dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Sofyan Kaepa, disaksikan jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga lembaga peradilan.
Bupati Banggai Laut, Sofyan Kaepa, dalam peresmian museum pada Juli 2024 lalu, menegaskan keberadaan museum bukan hanya tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga ruang belajar terbuka bagi masyarakat. Museum ini akan menjadi pusat edukasi sejarah dan kebudayaan.
"Anak-anak dan pelajar bisa belajar langsung tentang peradaban Banggai di sini,” ujar Sofyan.
Dengan hadirnya museum, pemerintah berharap sejarah dan kearifan lokal Banggai terus tersimpan sebagai memori masa lalu. Sekaligus tetap hidup dan diwariskan melalui pendidikan, pariwisata, dan aktivitas kebudayaan.
Saat ini, museum tersebut sudah terdaftar secara resmi di Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Penanggung jawab Museum Daerah, Muh. Syarif Uda'a, menjelaskan mereka sedang menjalani tahap survei pendataan dari kementerian untuk menetapkan tipe museum.
“Ke depan, kami terus mengupayakan penambahan koleksi yang bisa dipamerkan. Sesuai aturan, pengadaan bisa dilakukan melalui pembelian dari masyarakat, peminjaman, atau hibah,” kata Syarif.
Sejauh ini, puluhan hingga ratusan peninggalan sudah dikumpulkan. Koleksinya beragam, mulai dari alat-alat perang tradisional, alat musik, hingga perlengkapan rumah tangga.
Di antara yang paling menonjol adalah tombak kerajaan, meriam tembaga, serta singgasana raja yang dulunya menjadi simbol kejayaan Kerajaan Banggai. Kehadiran benda-benda tersebut menjadi bukti nyata peradaban Banggai yang pernah berjaya di masa lampau.
Meski sementara masih menempati Keraton Banggai, pemerintah daerah berencana membangun gedung baru untuk museum ini. Keraton, yang memiliki nilai sejarah dan sakral bagi masyarakat adat, digunakan sebagai lokasi transisi agar museum bisa lebih cepat beroperasi.
Museum ini diharapkan bukan hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga pusat informasi dan destinasi wisata edukasi. Pemerintah daerah mendorong partisipasi masyarakat untuk ikut menjaga sekaligus memperkenalkan kembali identitas Banggai kepada generasi muda.
“Ini adalah rumah bersama. Museum akan menjadi ruang belajar sekaligus kebanggaan masyarakat Banggai Laut,” tutur Syarif.
Sementara itu, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi menetapkan Museum Daerah Kabupaten Banggai Laut sebagai museum resmi dengan Nomor Pendaftaran Nasional Museum (NPNM) 72.11.U.04.0327.
Penetapan ini tertuang dalam surat pemberitahuan tertanggal Juni 2025 yang ditandatangani Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Dr. Restu Gunawan.
Dalam surat itu disebutkan, Museum Daerah Banggai Laut telah memenuhi persyaratan pendirian museum sesuai PP Nomor 66 Tahun 2015 tentang Museum. Syarat itu antara lain meliputi visi-misi, koleksi, lokasi atau bangunan, sumber daya manusia, pendanaan tetap, dan penamaan museum.
Kini jejak kejayaan Kerajaan Banggai tidak lagi sekadar kisah lisan. Ia hadir nyata, tersimpan rapi, dan bisa dipelajari langsung oleh masyarakat luas sebagai warisan untuk masa depan. (*)
Posting Komentar untuk "Profil Museum Banggai Laut, Jejak Kerajaan yang Diangkat Jadi Pusat Edukasi Sejarah"