BANGGAI BERDIKARI – Setelah resmi dibuka pada 28 Oktober lalu, Festival Trikora 2025 mulai menyuguhkan berbagai kegiatan seni, budaya, dan edukasi yang memeriahkan Kabupaten Banggai Kepulauan. Perhelatan yang digelar hingga 2 November 2025 ini dipusatkan di Taman Kota Salakan, menghadirkan beragam perlombaan dan pertunjukan yang dirancang untuk merawat tradisi sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
Festival yang mengusung tema “Merawat Tradisi, Menjaga Kebersamaan” ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai Kepulauan dengan dukungan Kementerian Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Mengutip Instagram resmi festivaltrikora2025, rangkaian kegiatan terbagi dalam dua kategori besar, yakni untuk masyarakat umum dan pelajar tingkat SD hingga SMP. Seluruh kegiatan dikemas sebagai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah Trikora dan memperkuat identitas budaya daerah.
Untuk kategori umum, masyarakat akan disuguhkan berbagai agenda utama, di antaranya:
* Karnaval Budaya yang menampilkan ragam busana tradisional dan simbol perjuangan rakyat Banggai.
* Pertunjukan Tari Kolaborasi Tradisional, menggabungkan berbagai tarian khas seperti Salendeng, Ridan, Paupe, Balatindak, dan Baode.
* Pameran Budaya dan Adat Tradisi, yang menampilkan kebiasaan khas dari setiap desa dan kecamatan di Banggai Kepulauan.
* Pementasan Drama Trikora, yang mengangkat kisah perjuangan rakyat dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia.
Sementara untuk kategori pelajar SD dan SMP, panitia menghadirkan kompetisi yang menonjolkan pelestarian bahasa daerah. Seluruh peserta diwajibkan menggunakan Bahasa Banggai dalam setiap lomba yang diikuti.
Adapun daftar lomba bagi pelajar mencakup:
* Pidato Berbahasa Banggai
* Stand Up Komedi Tunggal Berbahasa Banggai
* Lomba Lagu atau Tembang Tradisi Daerah
* Cerita Pendek Berbahasa Banggai
* Puisi Berbahasa Banggai
* Mendongeng Bahasa Banggai
Panitia menetapkan bahwa peserta lomba harus merupakan warga Banggai Kepulauan dan wajib menyerahkan biodata serta identitas diri berupa KTP atau kartu pelajar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banggai Kepulauan, Ikhsan Nursin, menyebut festival ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali nilai sejarah perjuangan Trikora sekaligus mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mengajak masyarakat dan pelajar untuk tidak melupakan sejarah, sekaligus bangga dengan bahasa dan tradisi daerahnya sendiri,” ujar Ikhsan.
Selama sepekan ke depan, Taman Kota Salakan akan menjadi pusat kemeriahan budaya. Beragam atraksi, lomba, dan pameran dijadwalkan setiap hari dengan melibatkan sekolah, komunitas seni, hingga pelaku adat dari berbagai kecamatan.
Festival ini diharapkan dapat memperkuat jati diri masyarakat Banggai Kepulauan, menumbuhkan rasa persatuan, serta menjadikan budaya lokal sebagai daya tarik wisata daerah.
“Selain menjadi wadah ekspresi seni dan budaya, festival ini juga menjadi ruang belajar bagi masyarakat untuk memahami makna sejarah Trikora dan pentingnya menjaga kebersamaan dalam keberagaman,” tambah Ikhsan.
Dengan semangat kolaborasi antarinstansi dan partisipasi luas masyarakat, Festival Trikora 2025 tak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga simbol hidupnya kembali tradisi dan kebanggaan terhadap budaya Banggai Kepulauan. (*)
Posting Komentar untuk "Mulai dari Karnaval hingga Lomba Bahasa Banggai, Ini Jadwal Festival Trikora 2025 di Banggai Kepulauan"