BANGGAI BERDIKARI – Seorang nelayan asal Desa Monsongan, Kecamatan Banggai Selatan, Kabupaten Banggai Laut, akhirnya ditemukan selamat setelah dilaporkan hilang selama dua hari di laut. Nelayan berinisial A (60) itu terseret arus hingga sekitar 35 mil laut dari lokasi terakhir ia melaut.
Tim gabungan yang terdiri dari SAR Banggai Laut, BPBD Banggai Laut, Polairud Polda Sulteng, Pemerintah Desa Monsongan, Lembaga Maritim Nusantara, Pokwasmas Padadakauangan, serta para nelayan Monsongan, terlibat dalam operasi pencarian sejak Senin (10/11/2025) pagi.
“Korban berhasil ditemukan dalam kondisi lemah oleh nelayan dari Pulau Sonda sekitar pukul 11.00 WITA. Ia terombang-ambing di laut setelah perahunya hanyut terbawa arus,” ujar Danpos SAR Banggai Laut.
Sebelumnya, nelayan A berangkat melaut pada Minggu (9/11/2025) pukul 03.00 WITA menggunakan kapal fiber bermesin katinting 13 PK. Ia biasa menangkap ikan pelagis dan demersal di sekitar perairan Pulau Bandang. Namun, cuaca buruk dan angin barat kencang membuat perahunya terbawa arus hingga jauh ke arah Pulau Sonda.
Keluarga mulai panik ketika korban belum kembali hingga siang hari. Upaya pencarian dilakukan secara mandiri oleh warga, namun terkendala cuaca buruk. Laporan resmi baru diterima Pos SAR Banggai Laut pada malam harinya.
Pencarian kemudian dilakukan sejak Senin pagi dengan menyisir perairan Pulau Kakanao hingga Pulau Matanga. Laporan dari nelayan Sonda yang melihat korban menjadi titik terang pencarian.
“Saat ditemukan, korban sangat lemah karena dua hari bertahan tanpa makanan di tengah hujan deras,” ujar perwakilan BPBD Banggai Laut.
Tim segera mengevakuasi korban menggunakan kapal SAR dan memberikan pertolongan pertama serta penghangat tubuh.
Setibanya di Desa Monsongan, keluarga dan warga menyambut dengan haru. Kepala Desa Monsongan mengaku bersyukur nelayan mereka bisa kembali dengan selamat.
"Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” kata
Petugas SAR Banggai Laut mengimbau para nelayan agar memperhatikan keselamatan sebelum berangkat melaut, terutama pada musim angin barat.
“Pastikan mesin kapal berfungsi baik, bawa pelampung, konsumsi yang cukup, dan jangan melaut sendirian,” ujar Rizal, petugas SAR Banggai Laut.
Polairud Polda Sulteng juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan di laut. “Kami siap membantu masyarakat, terutama nelayan kecil. Hafalkan nomor kontak darurat agar mudah dihubungi saat keadaan darurat,” ujar perwakilan Polairud.
Sementara itu, Lembaga Maritim Nusantara menekankan pentingnya penggunaan alat komunikasi dan aplikasi navigasi bagi nelayan kecil.
“Gunakan aplikasi seperti SWMaps atau Offline Maps untuk memantau cuaca dan posisi kapal,” kata Zaman, fasilitator nelayan.
Saat ini, korban masih dalam perawatan tim medis di Desa Monsongan untuk memulihkan kondisi fisiknya. Tim SAR memastikan pemantauan terus dilakukan hingga nelayan A benar-benar pulih. (*)
Posting Komentar untuk "Terseret Arus 35 Mil, Nelayan Asal Monsongan Banggai Laut Akhirnya Diselamatkan Usai Hilang Dua Hari"