Banggai Laut Jadi Tuan Rumah Event Internasional 2026: Angkat Isu Lingkungan Hidup dan Kerukunan Umat Beragama


BANGGAI BERDIKARI – Kabupaten Banggai Laut (Balut), Sulawesi Tengah, dipastikan menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan berskala internasional: Internasional Interfaith Camp (IIC) 2026. Event ini akan berfokus pada isu lingkungan hidup dengan mengusung misi Ekoteologi dan memperkuat kerukunan umat lintas agama.

Kepastian ini diperoleh setelah dilaksanakannya rapat perdana secara daring pada Minggu malam (7/12/2025) yang dihadiri langsung oleh Staf Khusus (Stafsus) Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, bersama tim dari FKUB Pusat, Pengurus FKUB Provinsi Sulteng, dan Ketua FKUB Kabupaten Banggai Laut.

Dukungan Penuh Kepala Daerah

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banggai Laut, Muh. Syarif Uda’a, mengungkapkan Bupati Banggai Laut telah menyetujui penuh penunjukan daerahnya sebagai lokasi event akbar ini. Sebab ini menjadi momentum Balut untuk tampil di panggung internasional.

"Alhamdulillah, Bapak Bupati Banggai Laut telah menyetujui penempatan Banggai Laut menjadi tuan rumah pada iven berskala internasional ini," katanya.

Menurut rencana, kegiatan yang melibatkan kolaborasi antara FKUB Sulteng, FKUB Balut, FKUB Pusat, dan NGO IDE (Institute Democracy and Education Indonesia) ini akan dilaksanakan pada Juni 2026.


Fokus Lingkungan di Pantai Kelapa Lima

Titik fokus kegiatan akan diselenggarakan secara outdoor di Pantai Desa Kelapa Lima, Banggai Laut. Pemilihan lokasi outdoor ini selaras dengan tema besar yang diusung.

Muh. Syarif Uda’a menjelaskan kegiatan ini akan mengusung tema tentang lingkungan hidup. Hal ini kemudian dirumuskan sebagai misi Ekoteologi, yaitu upaya mempertemukan nilai-nilai keagamaan dan pelestarian lingkungan.

"Kegiatan di fokus di area outdoor, Pantai Kelapa Lima, dengan mengusung tema tentang lingkungan sesuai arahan Presiden. Acara ini akan menghadirkan para Pemuda Interfaith untuk misi Ekoteologi," jelasnya.

Pejabat Tinggi Negara dan Diplomat Akan Hadir

Event Kerukunan umat beragama ini ditargetkan akan dihadiri oleh sekitar 300 orang peserta. Selain pengurus FKUB se-Indonesia, pertemuan ini juga diproyeksikan akan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan diplomat internasional.

Hasil rapat perdana menyimpulkan beberapa poin penting terkait pelaksanaan, di antaranya: agenda kegiatan akan disiapkan oleh Kementerian Agama RI. Kemudian beberapa jenis pendanaan akan dilakukan sharing antara pemerintah kabupaten dan provinsi.

Rapat perdana yang dihadiri oleh Stafsus Menteri Agama RI dan tim ini menandai langkah awal yang serius untuk mempersiapkan Banggai Laut sebagai tuan rumah yang sukses untuk acara Interfait Youth Conference 2026.

"Terima kasih Mas Gugun Gumilar, Stafsus Menag RI dan tim, atas kehadirannya bersama teman-teman FKUB Sulteng dan Ket. FKUB Kab Banggai Laut, pada rapat perdana, Panpel IIC, 2026, semoga sehat dan sukses semuanya," tutup Syarif Uda’a. (*)

Posting Komentar untuk "Banggai Laut Jadi Tuan Rumah Event Internasional 2026: Angkat Isu Lingkungan Hidup dan Kerukunan Umat Beragama "